Selasa, 22 Desember 2015

maulid boleh?


Tambahan dari majmuah sebelah seputar maulid, oleh ustadzuna abu muhammad fuad ngawi.

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

RINGKASAN PERKATAAN
‘ULAMA AHLUS SUNNAH WAL JAMA’ÂH
SEPUTAR MEMERINGATI MAULID NABI

1⃣ Tâjuddin ‘Umar bin ‘Ali Al-Lakhmi Al-Fâkihânî rohimahullôh mengatakan:
«لاَ أَعْلَمُ لِهَذَا المَوْلِدِ أَصْلاً فِي كِتَابٍ وَلا سُنَّةٍ وَلاَ يُنْقَلُ عَمَلُهُ عَن أَحدٍ مِنْ عُلَمَاءِ الأُمَّةِ الَّذِيْنَ هُمْ القُدْوَةُ فِي الدِّينِ المُتَمَسِّكُونَ بِآثَارِ المُتَقَدِّمِيْنَ».
“Aku tidak mengetahui untuk (perkara) maulid ini ada asalnya dari Kitab dan tidak pula Sunnah, dan tidak pula dinukilkan amalan ini dari satupun ‘ulama ummah yang mereka adalah panutan dalam agama, serta berpegang teguh dengan atsar orang terdahulu.” [lihat “Amalul Maulid” (20-21)]

2⃣ Imâm Asy-Syâthibi rohimahullôh mengatakan:
«فَمَعْلُومٌ أَنَّ إِقَامَةَ المَولِدِ عَلَى الوَصْفِ المَعْهُودِ بَيْنَ النَّاسِ بِدْعَةٌ مُحْدَثَةٌ وَكُلُّ بِدْعَةٍ ضَلَالَة».
“Telah diketahui bahwa pelaksanaan maulid dengan sifat yang dilakukan orang-orang adalah bid’ah muhdatsah, dan setiap bid’ah adalah kesesatan.” [lihat “Fatâwâ Asy-Syâthibi” (hal.203-204)]

3⃣ Ibnu Hajar rohimahullôh mengatakan:
«أَصْلُ المَوْلِدِ النَّبَوِيِّ بِدْعَةٌ لَمْ تُنْقَلْ عَنْ أَحَدٍ مِنَ السَّلَفِ الصَّالِحِ مِنَ القُرُونِ الثَّلاَثَةِ».
“Asal dari maulid nabi adalah bid’ah, yang tidaklah dinukilkan dari satupun salafus sholih dari tiga kurun.” [dinukilkan oleh Suyuthi dalam “Al-Hâwî” (1/196)]

Selanjutnya...
www.darulhadits.net/index.php/fatwa-ulama/127-ringkasan-perkataan-ulama-ahlus-sunnah-wal-jama-ah-seputar-memeringati-maulid-nabi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar